Senin, 23 Mei 2011

“Who Moved My Cheese”


Latar Belakang:
Materi “Who Moved My Cheese ini didasari oleh ilustrasi cerita berikut:

“Hidup empat tokoh yang berlarian di dalam labirin mencari cheese untuk kesejahteraan dan kebahagiaan mereka. Dua di antaranya adalah tikus yang bernama “Sniff’ dan “Scurry”, dua lainnya adalah kurcaci sebesar tikus yang berpenampilan dan bertingkah laku sama seperti manusia pada saat ini. Namanya adalah “Hem” dan “Haw”.

Tikus-tikus, Sniff dan Scurry, yang hanya mampu berpikir sejauh otak binatang pengerat berpikir namun disisi lain dikaruniai naluri yang baik untuk mencari cheese keras berlubang-lubang sama seperti yang dilakukan tikus-tikus lainnya.

Sementara itu kedua kurcaci, Hem dan Haw, menggunakan otak mereka, yang dipenuhi dengan berbagai dogma dan emosi, untuk mencari Cheese yang berbeda—yaitu Cheese dengan C besar- yang mereka percaya sebagai pembawa kebahagiaan dan kesuksesan.

Tikus-tikus, Sniff dan  Scurry, menggunakan metode trial and error dalam mencari cheese. Mereka berlari ke satu lorong dan jika temyata kosong, mereka akan berbalik dan mulai mencari di lorong yang lain. Mereka mengingat lorong mana saja yang tidak menyimpan cheese dan dengan cepat pindah ke daerah lain.

Sniff bertugas melacak jejak cheese dengan mengendus-endus menggunakan hidungnya yang hebat, sedang Scurry yang akan berlari terlebih dulu. Mereka pernah juga salah arah dan sering menabrak tembok. Namun tak lama kemudian mereka akan menemukan kembali jalan yang benar.

Sama seperti tikus, kedua kurcaci, Hem dan Haw, juga menggunakan kemampuan berpikir dan belajar dari pengalaman mereka. Namun mereka bergantung pada otak mereka yang kompleks dalam mengembangkan metode menemukan Cheese.

Kadang mereka berhasil, namun seringkali kepercayaan dan emosi manusiawi mereka yang kuat mengaburkan cara mereka melihat suatu permasalahan. Hal itu menyebabkan hidup di labirin menjadi semakin rumit dan penuh tantangan.

Meskipun demikian mereka semua, Sniff, Scurry, Hem, dan Haw menemukan apa yang mereka inginkan dengan cara masing-masing. Pada suatu hari, mereka menemukan cheese kesukaan mereka di salah satu ujung lorong Cheese Station C.

Setiap pagi para tikus dan kurcaci segera memakai perlengkapan lari mereka dan langsung berlari menuju Cheese Station C. Kemudian hal itu menjadi kegiatan rutin mereka.

Pada awalnya Hem dan Haw juga berlarian ke Cheese Station C setiap pagi untuk menikmati potongan Cheese baru yang lezat yang telah menunggu mereka. Namun setelah beberapa saat kebiasaan para kurcaci berubah. Sekarang, Hem dan Haw bangun sedikit lebih siang, berpakaian sedikit lebih lama. Setiap pagi, begitu Hem dan Haw sampai di Cheese Station C, mereka segera masuk dan berlaku seolah-olah di rumah sendiri. Mereka menggantung pakaian lari, melepas sepatu dan menggantikannya dengan sendal. Mereka merasa sangat nyaman saat ini karena telah menemukan Cheese. “Ini luar biasa,” kata Hem. “Tersedia cukup banyak Cheese untuk kita selamanya.” Kurcaci-kurcaci itu merasa bahagia dan sukses, serta berpikir bahwa sekarang mereka sudah aman untuk selamanya.

 Suatu pagi Sniff dan Scurry tiba di Cheese Station C dan melihat tidak ada lagi cheese disana. Mereka tidak heran sama sekali, karena Sniff dan Scurry sudah memperhatikan bahwa simpanan cheese tersebut semakin hari semakin menipis belakangan ini. Mereka sudah siap dengan keadaan ini dan secara insting tahu apa yang harus mereka lakukan. Situasi di Cheese Station telah berubah, maka Sniff dan Scurry memutuskan untuk berubah juga. Mereka berdua mencarinya kembali di dalam labirin. Sniff pun mulai mengangkat hidungnya, mengendus, dan menganggukan kepalanya kearah Scurry, yang dengan cepat segera berlari masuk ke dalam labirin sementara Sniff mengikutinya dari belakang. Dengan cepat mereka berangkat untuk menemukan Cheese baru.

Siangnya, masih pada hari yang sama, Hem dan Haw tiba di Cheese Station C. Mereka tidak memperhatikan perubahan-perubahan kecil yang terjadi setiap hari, sehingga mereka merasa yakin bahwa Cheese mereka pasti ada disana. Mereka tidak siap menghadapi kenyataan di depan mereka bahwa Cheese sudah tidak ada lagi di sana. Sementara Sniff dan Scurry bergerak dengan cepat, Hem dan Haw hanya mengomel dan termenung-menung saja. Malam itu, Hem dan Haw pulang ke rumah dalam keadaan lapar dan gundah.

Keesokan harinya Hem dan Haw kembali ke Cheese Station C lagi, dengan harapan, dapat menemukan Cheese mereka kembali. Namun situasinya tidak berubah, Cheese itu sudah tidak ada lagi disana. Sementara Hem dan Haw masih belum bisa percaya bahwa Cheese benar-benar sudah tak ada lagi dan tampak binggung memutuskan apa yang akan mereka lakukan, Sniff dan Scurry telah menemukan jalan mereka. Mereka masuk jauh ke dalam labirin, mencari cheese di setiap cheese station yang mereka temukan. Mereka tidak memikirkan hal-hal lain selain mencari cheese baru. Sampai akhirnya mereka menemukan station cheese N yang merupakan toko cheese terbesar yang pernah dilihat oleh para tikus.

Sementara itu, Hem dan Haw masih kembali lagi ke Station C. Mereka sekarang mulai menderita karena tidak adanya Cheese. Seringkali Haw memikirkan rekan tikus mereka dan membayangkan Sniff dan Scurry telah menemukan Cheese baru dan sedang menikmatinya. Hal ini membuat Haw membayangkan dirinya menemukan Cheese baru. Semakin Haw melihat gambaran dirinya menemukan dan menikmati cheese baru, semakin kuat pula dorongan dari dalam dirinya untuk meninggalkan Cheese Station C. Ia membayangkan satu gambar dalam angannya. Ia melihat dirinya sendiri keluar dari Labirin dengan senyum di wajahnya. Kemudian ia mulai menggunakan imajinasinya untuk menggambarkan gambaran yang paling ia yakini- dengan detail dan realistis- bahwa ia akan menemukan dan menikmati rasa Cheese Baru. Haw kemudian memutuskan memakai sepatu berlarinya kembali dan mengajak Hem untuk ikut. Namun Hem yang skeptis memutuskan untuk tetap berada di tempatnya semula.

Selama beberapa hari menjelajahi labirin Haw bisa menemukan sedikit Cheese di sana sini, namun jumlahnya tidak cukup banyak untuk bertahan lama. Ia berharap bisa menemukan Cheese dalam jumlah cukup besar, sehingga bisa dibawa kembali ke tempat Hem berada dan untuk membujuknya keluar dan kembali masuk ke dalam labirin.

Setiap kali ia merasa takut, ia mengingatkan diri sendiri akan apa yang sudah ia lakukan, betapa tidak nyamannya saat itu, bahwa keadaan saat ini jauh lebih baik dibandingkan keadaan tanpa Cheese untuk dimakan. Kini ia memegang kendali, tidak lagi pasrah pada keadaan.

Kemudian ia tertawa sendiri. Ia sadar bahwa rasa takut akan membuat keadaan menjadi bertambah buruk. Maka ia pun melakukan apa yang akan ia lakukan jika ia tidak takut. Ia bergerak ke arah yang baru.

Haw tidak lagi berpikir tentang kerugian yang bakal ia derita, sebagai gantinya ia memikirkan tentang apa yang akan ia peroleh.

Ia terheran-heran mengapa sebelumnya ia selalu berpikir bahwa perubahan akan selalu berakibat buruk. Sekarang ia menyadari bahwa perubahan bisa mengarah ke sesuatu yang lebih baik.

Beberapa saat kemudian Haw kembali ke Cheese Station C dan menemukan Hem di sana. Ia menawarkan sepotong Cheese baru, namun ditolak.

Hem menghargai tawaran temannya itu, namun katanya, ”Kupikir aku tidak akan suka Cheese Baru. Itu bukan yang biasa aku makan. Aku ingin Cheese ku kembali dan aku tidak akan berubah sampai aku dapatkan yang aku mau.”

Ia pernah sangat takut kalau-kalau tidak bisa menemukan Cheese lagi, dan oleh karenanya ia takut untuk mulai mencari. Namun sejak ia memulai perjalanannya yang baru ia menemukan cukup banyak Cheese di lorong-lorong untuk membantunya bertahan. Dan sekarang ia berencana untuk mendapatkan lebih banyak lagi. Baru berencana saja sudah membuatnya bergairah.

Saat ini ia menyadari bahwa perubahan akan selalu terjadi, baik kita mengharapkannya atau tidak. Perubahan hanya bisa mengagetkan kita jika kita tidak mengantisipasinya dan tidak memperkirakannya.

Bisa saja Anda percaya bahwa perubahan akan mencelakakan Anda sehingga Anda menolaknya. Namun bisa pula Anda berkeyakinan bahwa menemukan Cheese baru akan sangat membantu Anda, oleh karena itu Anda menyambut perubahan yang terjadi.

Haw mengakui jika saja ia lebih cepat mengetahui perubahan yang terjadi dan meninggalkan Cheese Station C dari awal, mungkin keadaannya akan lebih baik. Ia akan merasa lebih kuat siap menghadapi tantangan pencarian Cheese Baru. Bahkan, mungkin ia sudah menemukannya sekarang jika saja ia siap mengantisipasi perubahan, daripada membuang waktu untuk menyangkal bahwa perubahan sudah datang.

Saat ini, Haw telah bisa melupakan masa lalu dan menyesuaikan diri dengan situasi sekarang.

Haw menyusuri sebuah lorong yang belum pernah dimasukinya, berbelok, dan ia menemukan Cheese Baru di Cheese Station N!

Saat ia masuk, pemandangan di depannya membuatnya sangat terkejut. Tumpukan Cheese tampak ada di mana-mana, benar-benar persediaan Cheese terbesar yang pernah dilihatnya. Tidak semua Cheese dikenalnya, karena beberapa di antara Cheese tersebut ada yang baru pertama kali ini dilihatnya.

Untuk sesaat ia bertanya-tanya apakah ini benar-benar terjadi atau hanya khayalannya saja, sampai ia melihat dua teman lamanya Sniff dan Scurry.
Sniff menyambutnya dengan anggukan kepala, dan Scurry melambaikan cakarnya. Perut mereka yang membuncit menunjukkan bahwa mereka sudah cukup lama berada di sana.

Haw dengan cepat membalas salam itu dengan segera mencicipi semua Cheese kesukaannya. Sniff dan Scurry tertawa. Saat ia sudah kenyang, diangkatnya sepotong Cheese segar dan bersulang. ”Selamat untuk Cheese!”

Saat Haw menikmati Cheese-nya, ia mengingat kembali pelajaran yang diperolehnya. Ia sadar saat ia merasa takut berubah karena terbelenggu oleh bayangan mengenai Cheese Lama yang sebetulnya sudah tidak ada lagi.

Kemudian ia tertawa dan menyadari bahwa ia mulai berubah saat ia belajar untuk menertawakan dirinya sendiri atas kesalahan yang ia lakukan. Ia sadar bahwa cara tercepat untuk berubah adalah dengan menertawakan kebodohan diri sendiri- sehingga ia bisa merelakan, melupakan, dan dengan cepat mulai bergerak.

Ia tahu, ia telah belajar hal yang sangat berguna dari rekan tikusnya, Sniff dan Scurry. Mereka membuat hidup ini sederhana. Mereka tidak melakukan analisis mendalam dan memperumit masalah. Saat situasi berubah dan Cheese dipindahkan, mereka berubah dan bergerak mengikuti Cheese. Ia akan mengingat hal itu.

Haw juga menggunakan otaknya yang luar biasa untuk melakukan hal yang bisa dilakukan lebih baik oleh kurcaci dibandingkan tikus.

Ia membayangkan dirinya – dengan detail yang sangat nyata – sedang menemukan sesuatu yang lebih baik -  jauh lebih baik.

Ia mengingat kembali kesalahan-kesalahan yang dibuatnya dimasa lalu dengan menggunakannya untuk merencanakan masa depannya. Ia tahu bahwa ia bisa belajar untuk mengatasi perubahan.

Haw tahu ia telah banyak berubah sejak terakhir kali ia bersama Hem di Station Cheese C, namun ia juga sadar bahwa dengan mudah ia bisa kembali ke kebiasaan lama jika ia merasa terlalu nyaman. Oleh karena itu, setiap hari ia memeriksa Station Cheese N untuk melihat keadaan Cheese-nya. Ia akan melakukan segalanya agar perubahan tidak lagi mengejutkannya.

Meskipun Haw mempunyai persediaan Cheese yang sangat banyak, ia masih sering menjelajahi labirin dan mendatangi daerah-daerah baru, sehingga ia akan tetap tahu apa yang terjadi disekitarnya. Menurutnya jauh lebih aman jika ia menyadari pilihan-pilihan yang ada di depannya dibandingkan mengunci diri dalam zona kenyamanannya sendiri.

Tentang apa ya kisah ”Who Moved my Cheese?”
Kisah Who Move My Cheese diatas merupakan perumpamaan sederhana mengenai perubahan dan bagaimana individu (yang diwakilkan oleh ke-empat tokoh diatas) melakukan respon terhadap perubahan yang mereka alami berdasarkan karakter mereka.

Apa sih maksudnya ”Cheese”?
  ”Cheese” pada cerita tersebut melambangkan hal-hal yang diinginkan oleh individu dalam hidup, seperti pekerjaan yang baik, hubungan yang harmonis, uang, kekayaan, kesehatan dan ketenangan batin. Kita masing-masing mempunyai pemahaman sendiri tentang cheese tersebut, dan kita mengejarnya karena yakin hal tsb akan membuat kita bahagia. Jika kita mendapatkannya, kita sering merasa terikat. Dan jika hal tersebut hilang, maka bisa menjadi hal yang traumatis bagi kita.
Sedangkan ”Labirin” adalah tempat dimana kita mencari apa yang kita inginkan, misalnya perusahaan tempat kita bekerja atau keluarga atau masyarakat di sekitar kita.

Kira-kira saya termasuk tokoh yang mana ya berdasarkan kisah Who Moved My Cheese?
Perubahan pastinya seringkali terjadi pada kehidupan kita. Mungkin terjadi ketika kita harus pindah divisi/bagian, kehilangan orang-orang terdekat, pindah tempat tinggal dan sebagainya. Bagaimana kita menyikapi adanya perubahan-perubahan tersebut tentunya tidak sama dengan orang lain.

Merujuk pada buku ”Who Moved My Cheese,” ke-empat tokoh diatas merupakan gambaran bagaimana seorang individu menyikapi perubahan. Mungkin kita pernah melihat rekan kita bertingkah laku seperti Hem atau bahkan Scurry. Atau mungkin kita lah yang mirip seperti tokoh Sniff.
Empat tokoh imajiner yang ada dalam cerita ini, si tikus Sniff (endus), dan Scurry (Lacak) dan si Kurcaci: Hem (kaku) dan Haw (Aman) mewakili bagian dari diri kita. Baik yang sederhana maupun yang rumit.

Agar dapat mendapatkan gambaran yang tepat mengenai siapa kita berdasarkan tokoh kisah diatas. Berikut adalah ulasan mengenai ke-empat tokoh fiktif tersebut.  

Sniff        :   Mampu mencium adanya perubahan dengan cepat
Scurry    :   Segera bergegas mengambil tindakan
Hem       : Menolak serta mengingkari adanya perubahan karena takut perubahan akan    mendatangkan sesuatu yang buruk
Haw       :  Kaget pada perubahan yang terjadi, namun kemudian mentertawakan dirinya sendiri dan bergerak menikmati cheese yang baru.

Lalu, bagaimana dong menyikapi perubahan?
Kita mungkin memiliki ke-empat ciri tokoh Sniff, Scurry, Hem dan Haw dalam diri kita, yang dapat kita manfaatkan untuk berhadapan dengan perubahan yang terjadi.

Sniff dalam diri kita
Bagaimana kita dapat menyium perubahan dan berhasil?
-         Harapkan perubahan muncul pada pekerjaan dan kehidupan sosial. Jangan resisten terhadap perubahan.
-         Cium perubahahan-perubahan kecil yang dapat membuatmu waspada terhadap perubahan yang lebih besar yang akan terjadi kedepannya.
à Terkait dengan pekerjaan, bagi perusahaan swasta seperti BTEL, apapun dapat terjadi dan kapan saja. Untuk itu, sebagai karyawan Btel kita harus dapat lebih waspada terhadap perubahan-perubahan yang terjadi.

Scurry dalam diri kita
Bagaimana kita dapat segera bergegas melakukan tindakan dan berhasil?
-         Begitu kita mencium perubahan yang terjadi, segera bergerak menuju arah baru SECEPATNYA.
àBegitu kita merasakan adanya perubahan, ambil tindakan secepatnya
-         Jika kita tersesat, ganti arah dengan mengambil tindakan yang berbeda.
àBerusaha, cari cara untuk menemukan langkah-langkah baru.

Hem pada diri kita
Bagaimana kita menghindar dari kehilangan seperti Hem?
-         Jangan mengingkari bahwa perubahan sedang terjadi
-         Jangan menjadi hem dan haw – go beyond your comfort or fear
à Lakukanlah segala sesuatu zona nyaman atau rasa takut kita
-         Jangan menjadi marah, atau menawar, atau menjadi depresi. Jika kita menjadi seperti Hem, maka kita akan tertinggal
à Jangan tawar menawar dengan perubahan, karena perubahan akan selalu terjadi.

Haw pada diri kita
Bagaimana agar kita dapat menjadi Haw dan sukses?
-         Tetap berhubungan dengan kenyataan – bahwa perubahan sedang terjadi
-         Adjust – tertawakan diri kita sendiri jika kita menolak perubahan
-         Jika perubahan sedang terjadi, bayangkan diri kita menikmati sesuatu yang lebih baik dan pergi ke dalam labirin untuk mencari keju yang baru
-         Bayangkan diri kita sedang menikmati sesuatu yang lebih baik dan masuk ke dalam labirin untuk ”keju” baru.

Pada dasarnya, kita harus selalu waspada dengan perubahan. Jangan biarkan diri kita terperangkap dalam zona nyaman (comfort zone) yang membuat kita tidak menyadari adanya perubahan yang terjadi pada kehidupan kita, misalnya pada aspek pekerjaan. Cara agar dapat keluar dari comfort zone adalah dengan terus belajar. Perluas pengetahuan kita dan pelajari apa yang terjadi diluar comfort zone kita pada saat ini, untuk senantiasa meningkatkan kompetensi yang kita miliki. Sehingga, pada saat perubahan terjadi, kita sudah memiliki ”modal” untuk menghadapi perubahan tersebut.

Kesimpulan Sharing Knowledge

1. Perubahan Pasti Terjadi
Cheese akan selalu berpindah tempat.

2. Mengantisipasi Perubahan
Selalu siap jika cheese dipindahkan.
Pelajaran yang dipetik: Jangan terlalu berlama-lama dalam comfort zone. Selalu antisipasi, siapkan diri untuk berubah

3. Monitor Perubahan
Cium cheese sesering mungkin, jadi anda mengetahui kapan cheese tersebut menjadi kadaluarsa.
Pelajaran yang dipetik: Jika dihubungkan dengan pekerjaan kita sebagai karyawan BTEL, sering-seringlah melihat tren yang ada di luar atau yang sedang terjadi saat ini, sehingga kita tahu kapan harus berubah.

4. Beradaptasi terhadap perubahan dengan cepat
Semakin cepat anda melepaskan cheese yang lama, maka semakin cepat pula anda akan menikmati cheese yang baru.

5. Berubah
Bergerak bersama cheese.

6. Nikmati Perubahan
Nikmati petualangannya dan nikmati rasa dari cheese yang baru.
Pelajaran yang dipetik: karena kita tidak bisa menolak perubahan, maka nikmatilah perubahan tersebut.

Rabu, 20 April 2011

Komponen Pengendalian Intern

Pengendalian Intern terdiri dari 5 (lima) komponen yang berhubungan, yaitu:

 1. Lingkungan Pengendalian
Lingkungan pengendalian menetapkan corak suatu organisasi dan mempengaruhi kesadaran pengendalian pihak yang terdapat dalam organisasi tersebut. Lingkungan pengendalian merupakan dasar untuk semua komponen pengendalian intern yang lain, menyediakan disiplin dan struktur. Lingkungan pengendalian meliputi integritas nilai-nilai etika dan orang-orang yang kompeten, filosofi manajemen, cara manajemen memberikan wewenang dan tanggung jawab dan meningkatkan potensi organisasi dan pegawai, dan perhatian serta petunjuk dari dewan direksi.

2. Penaksiran Risiko
Penaksiran risiko entitas untuk tujuan pelaporan keuangan merupakan identifikasi dan analisis terhadap risiko yang relevan dengan penyusunan laporan keuangan yang wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Penaksiran risiko dapat ditujukan pada bagaimana entitas mempertimbangkan kemungkinan transaksi tidak dicatat atau mengidentifikasi dan menganalisis estimasi yang dicatat dalam laporan keuangan. Penaksiran Risiko Penaksiran risiko entitas untuk tujuan pelaporan keuangan merupakan identifikasi dan analisis terhadap risiko yang relevan dengan penyusunan laporan keuangan yang wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Penaksiran risiko dapat ditujukan pada bagaimana entitas mempertimbangkan kemungkinan transaksi tidak dicatat atau mengidentifikasi dan menganalisis estimasi yang dicatat dalam laporan keuangan.

3. Aktivitas Pengendalian
Aktivitas pengendalian merupakan kebijakan dan prosedur yang membantu manajemen mencapai tujuan, seperti pengambilan langkah menghadapi risiko untuk mencapai tujuan perusahaan. Aktivitas pengendalian meliputi persetujuan dari atasan, pemberian wewenang, verifikasi, rekonsiliasi, penelaahan kinerja usaha, pengamanan aktiva perusahaan dan pemisahan tugas.

4. Informasi dan Komunikasi
Informasi yang berhubungan perlu diidentifikasi, ditangkap dan dikomunikasikan dalam bentuk dan kerangka waktu yang memungkinkan para pihak memahami tanggung jawab. Sistem informasi menghasilkan laporan, kegiatan usaha, keuangan dan informasi yang cukup untuk memungkinkan pelaksanaan dan pengawasan usaha perusahaan. Informasi yang dibutuhkan tidak hanya intern namun juga eksternal. Komunikasi yang efektif harus meluas di seluruh jajaran organisasi dimana seluruh pihak harus menerima pesan yang jelas dari manajemen puncak yang bertanggung jawab pada pengawasan. Semua pegawai harus paham peran mereka dalam system pengendalian interen seperti juga hubungan kerja antar individu. Mereka harus memiliki alat yang menyebarluaskan informasi penting. Selain komunikasi intern, komunikasi yang efektif perlu diciptakan pula dengan pihak eksternal seperti konsumen, supplier, badan pengatur dan pemegang saham.

5. Monitoring/Pemantauan
Sistem pengendalian intern harus dimonitor yang memungkinkan proses untuk menilai kualitas kinerja perusahaan sepanjang waktu. Hal ini dapat diselesaikan melalui aktivitas monitoring, evaluasi terpisah, atau kombinasi keduanya. Monitoring muncul dari kegiatan pokok perusahaan meliputi aktivitas manajemen dan supervisi serta aktivitas pihak-pihak dalam menjalankan tugas masing-masing. Ruang lingkup dan frekuensi evaluasi tergantung pada penilaian risiko dan efektifitas prosedur monitoring. Kekurangan yang fatal dalam sistem pengendalian intern harus dilaporkan kepada manajemen puncak dan dewan direksi. Pengendalian interen secara relatif dapat membantu pencapaian target baik peningkatan kenerja perusahaan dan target keuntungan serta kepatuhan terhadap undang-undang dan peraturan pelaksanaannya, maupun terhindar dari kerusakan dan konsekuensi buruk lainnya. Namun pengendalian intern tidak dapat secara pasti menciptakan kesuksesan suatu perusahaan, laporan keuangan yang dapat diandalkan secara mutlak dan kepatuhan terhadap undang-undang dan peraturan pelaksanaannya.

Senin, 18 April 2011

Celine Dion - Because you loved me


For all those times you stood by me
For all the truth that you made me see
For all the joy you brought to my life
For all the wrong that you made right
For every dream you made come true
For all the love I found in you
I'll be forever thankful baby
You're the one who held me up
Never let me fall
You're the one who saw me through through it all


You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn't speak
You were my eyes when I couldn't see
You saw the best there was in me
Lifted me up when I couldn't reach
You gave me faith 'coz you believed
I'm everything I am
Because you loved me


You gave me wings and made me fly
You touched my hand I could touch the sky
I lost my faith, you gave it back to me
You said no star was out of reach
You stood by me and I stood tall
I had your love I had it all
I'm grateful for each day you gave me
Maybe I don't know that much
But I know this much is true
I was blessed because I was loved by you


You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn't speak
You were my eyes when I couldn't see
You saw the best there was in me
Lifted me up when I couldn't reach
You gave me faith 'coz you believed
I'm everything I am
Because you loved me


You were always there for me
The tender wind that carried me
A light in the dark shining your love into my life
You've been my inspiration
Through the lies you were the truth
My world is a better place because of you


You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn't speak
You were my eyes when I couldn't see
You saw the best there was in me
Lifted me up when I couldn't reach
You gave me faith 'coz you believed
I'm everything I am
Because you loved me


I'm everything I am
Because you loved me

Rabu, 13 April 2011

To The Owner of My Heart


In the shadow of Your Face, i find love n life
That i've been looking for in the past
You come to me n offer me You're pure Heart
Always trying to understand all my needs
You play for me a song about the land in the clouds
Where peace is the castle n now You guide me on way there
You're Heart is filled with the language of love
N will be spoken in happiness n sadness.

MMSI - Corporate Information Strategic Management


Adapun 28 orang teman saya yang mana salah satu dr nama mereka ada nama saya, yaitu:

2. Rendi Kristyadi, NIM 1112200024
3. Lisa Permatasari, NIM 1112200043
4. Vivi Yenty, NIM 1112200056
5. Ryan Ferdy Marcelino, NIM 1112200062
9. Randi Darmawan, NIM 1112200112
10. Aryes Trilaksono, NIM 1112200125
11. Gamaliel Cahya Kristianto, NIM 1112200131
12. Hasahatan Abadi Harahap, NIM 1112200144
13. Ainul Mardhiah, NIM 1112200150
14. Medianawati, NIM 1112200163
15. Adhy Rifki Setiawan, NIM 1112200176
16. Suryanto Hasoloan Julham Patria, NIM 1112200195
17. Rian Dharmawan, NIM 1112200200 (Class Chairman)
19. Victor Verdy, NIM 1112200232
20. Primayendi Fardhal Ashari, NIM 1112200245
22. Eko Hardi Suryantoro, NIM 1112200264
23. Nunung Arrafiu, NIM 1112200270
24. Bramasto Wiryawan Yudanto, NIM 1112200296

Semoga dengan mata pelajaran ini kita makin  survive dalam menghadapi zaman globalisasi sekarang ini....
Best regards,,

~ AyNoeL | AinuL Mardhiah ~

Kenalan dlu yuuukkk....


Haiii smua pembaca blog iniii....

Pertama-tama,, kenalan dlu kalee yach... Maklum pertama x na bqin blog... Nama saya AinuL Mardhiah. Sekarang saya bekerja pada PT. Bakrie Telecom, Tbk yang mana bergerak pada sektor komunikasi tepatnya jaringan CDMA dengan brand ESIA.

Saya merupakan lulusan dari Universitas Bina Nusantara angkatan 2005 jurusan Komputerisasi Akuntansi dgn peminatan Audit Sistem Informasi. Pada saat saya menunggu wisuda untuk S1 tepatnya pada akhir tahun 2009 kemarin, saya mengikuti pendidikan audit yaitu QIA (Qualified Internal Auditor) pada YPIA. Alhamdulillah akhirnya pada tempat kedua saya bekerja sekarang saya akhirnya menjadi Staff Internal Audit walaupun masih dalam tahap belajar. Saat ini saya juga sedang mengambil kuliah S2 juga pada universitas yang sama dengan S1 dlu yaitu Universitas Bina Nusantara dgn Program Studi Magister Manajemen Sistem Informasi (MMSI) yang mana menjadi pilihan saya untuk mencapai masa depan yang lebih baik, amiiin... ^^

Mungkin itu dlu sekian dari saya untuk awal pembuatan blog ini... Smga postingan berikutnya dapat berguna dan bermanfaat bagi pembaca... Mkacii bwt perhatiannya... (",)

Best regards,

~AyNoeL | AinuL Mardhiah~